Build-in-public
Dari lapangan event ke tim AI
Sepuluh tahun saya hidup di lapangan event dan produksi. Saat mulai membangun tim AI, saya justru merasa familiar.
Keduanya butuh hal yang sama: brief yang jelas, kejelasan siapa memegang apa, dan seseorang yang memegang timeline. Di lapangan event, hal itu menentukan apakah acara jadi tepat di hari-H. Di tim AI, hal itu menentukan apakah hasilnya benar.
Membangun tim AI ternyata lebih mirip manajemen tim daripada menulis kode. Modelnya sudah pintar; yang menentukan hasil justru koordinasinya — sama seperti tim manusia.
Di situlah latar saya jadi keunggulan tak terduga: pengalaman produksi dan komunikasi bukan hal yang “ketinggalan” di era AI, justru jadi keahlian yang menentukan apakah AI benar-benar berguna atau sekadar ramai.