Build-in-public
Bagaimana tim AI saya belajar dari koreksi
Setiap koreksi yang saya berikan tidak saya buang. Saya simpan, lalu saya jadikan aturan.
Setiap kali saya mengoreksi hasil kerja mereka, koreksi itu saya catat dan ubah menjadi aturan baru. Contohnya, sekali saya bilang caption sebuah konten jangan sama persis dengan isi videonya. Keesokan harinya, aturan itu otomatis mereka ikuti tanpa saya ingatkan lagi.
Semakin sering saya mengoreksi, semakin mereka meniru cara saya bekerja, dan semakin sedikit saya turun tangan. Ini yang membedakan tim AI dari sekadar alat: alat menunggu perintah yang sama berulang-ulang; tim yang baik menyerap koreksi dan tidak mengulang kesalahan yang sama.
Kuncinya bukan modelnya, tapi sistem belajarnya — menyimpan setiap koreksi jadi pengetahuan yang bisa dipakai lagi. Mereka bukan hanya mengerjakan, mereka belajar.